7 kebiasaaan anak indonesia hebat di SMA IT Baitul Muslim Labuhan Ratu Lampung Timur

 Judul Cerita Praktik Baik

 

Kolaborasi sekolah, pondok pesantren dan orang tua dalam sukseskan

program 7 kebiasaaan anak indonesia hebat di SMA IT Baitul Muslim

Labuhan Ratu Lampung Timur

 

 

Di susun oleh :

MUSLIMIN, M.Pd.I., Gr

Kepala SMAS IT Baitul Muslim Labuhan Ratu


 

 

 

 


SMAS IT BAITUL MUSLIM LABUHAN RATU

LAMPUNG TIMUR

 

TERAS (LEAD)

 

                 
SMAS IT Baitul Muslim terletak di desa labuhan ratu III dikecamatan labuhan Ratu Lampung Timur. Sekolah yang terletah di daerah pedesaan yang masih kental dengan suasana gotong royong dan ketimuran.

Sekolah yang berdiri sejak 2011 dengan sistem fullday dan boarding school saat ini berubah menjadi sekolah dengan satu sistem boarding school sejak tahun 2020.

Sejak diterbitkan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk tujuan memperkuat komitmen dalam membangun generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. SMA IT Baitul Muslim langsung menyambut kegiatan tersebut dengan baik. Hal ini karena KAIH memang sudah menjadi kebiasaan dan kultur di sekolah. Sekolah tinggal menyempurkan dan lebih memaksimalkan agar mendapatkan hasil lulusan yang sempurna dan berdayaguna untuk meraih masa depan yang diimpikan.

 Di SMA IT Baitul Muslim Labuhan Ratu, keberhasilan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat lahir dari kekuatan kebersamaan dan kemitraan yang berjalan dengan baik. Sekolah, pondok pesantren, dan

 orang tua berkomitmen berjalan seirama dalam satu tujuan : menemani setiap anak tumbuh menjadi pribadi berkarakter, berprestasi, dan berjiwa pemimpin. Di lingkungan boarding school ini, nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan dalam keseharian.

            7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia (KAIH) kami yakini akan bisa berjalan dengan baik saat kolaborasi antara orang tua, pondok dan sekolah berjalan dengan baik. Kebiasaan tersebut tidak hanya menjadi budaya saat menjadi siswa atau santri saat SMA, tapi akan menjadi kebiasaan dan budaya dirinya saat nanti lulus, kuliah, bermasyarakat, berkeluarga sampai akhir menutup usia.

            Maka untuk mempercepat dan budaya tersebut, unsur dari anak juga dilibatkan dalam pembiasaat KAIH tersebut. Baik dengan dimasukkan dalam program OSIS, MPS dan OSBA yang merupakan organisasi intra di SMA IT Baitul Muslim dan pondok pesantren. Bersama dengan setiap support dan doa doa orang tua, setiap bimbingan ustadz/dzah serta setiap usaha siswa menyatu menjadi perjalanan mulia menuju masa depan yang gemilang.


 

  

ISI ARTIKEL

1.     Bangun Pagi

Pukul 03.30 guru piket pondok mulai berkeliling asrama untuk membukakan pintu santri satu demi satu dan langsung menyalakan lampu. Beberapa anak langsung bangun dan berlahan ke belakang mengambil air wudhu dan berangkat ke masjid. Namun masih cukup banyak anak-anak yang masih terbuai dalam alam mimpi yang pasti enggan ditinggalkan karena episode belum berakhir.

Bangun sepertiga malam adalah kebiasaan baik yang terus menerus dikawal dan bimbing oleh seluruh ustadz dan usadzah yang ada boarding. Wali kamarpun dengan sabar dan penuh perhatian menepuk, memanggil dan menggoyangkan santri masih belum beranjak. Bangun pagi bagi santri bukanlah sekedar bangun untuk memulai aktivitas harian, namun bangun pagi di sepertiga malama adalah eksistensi pribadinya karena kebutuhan pada RabNya.

Beberapa wali kamar dengan segala trik dan inovasi berusahan untuk membangunkan santri dengan prinsip kasih sayang. Meminta rekaman ibu yang kemudian di puter ditelinga anak-anak adalah salah satu keunikan saat membangunkan santri.

Dan alhamdulillah seluruh santri saat adzan subuh berkumandang hampir seluruhnya sudah berada di masjid dengan rapih menggunakan seragam kekhasannya (bersarung dan berkopyah).

2.     Beribadah

Bangun pagi bagi seluruh siswa di SMA IT Baitul Muslim dilanjutkan dengan menghidupkan sepertiga malam dengan ibadah tahajud, witir dan tilawah al qur’an. Ibadah tahajud biasanya dilakukan secara sendiri namun di beberapa malam terjadwal berjamaah bersama dengan ustadz/dzah di asrama. Kegiatan ibadah diharapkan menjadi sebuah kebutuhan bagi diri siswa. Shalat lima waktu berjamaah, tahajud, dhuha, sunah rawatib, tilawah, hafalan al qur’an, dzikir dan doa menjadi sebuah kegiatan yang dilakukan oleh siswa baik saat terprogram untuk dilakukan bersama maupun dilakukan secara mandiri.

Seluruh guru yang dibantu OSIS, MPS, dan OSBA (Organisasi santri di pondok) serta melibatkan orang tua bersama-sama berupaya selalu mendampingi dan memastikan kegiatan ibadah dapat dilaksnakan dengan baik oleh seluruh siswa sisi.

Guru piket pondok setiap hari selalu update data di WAG untuk menyampaikan siswa yang melaksanakan tahajud dan shalat berjamaah. Dari data tersebut seluruh wali kamar menyampaikan ke orang tua wali melalui group-group kamar sebagai laporan dan meminta orang tua memberikan penguatan atau apresia saat jadwal penelponan hari Sabtu-Ahad serta saat jadwal kunjungan pondok yang terjadwal 1 bulan sekali.

Siswa yang diberikan tugas di kedisiplinan OSIS, MPS dan OSBA juga selalu mencatan kegiatan ibadah di masjid dengan rapih dan tertib yang akan direkap setiap bulan untuk dilaporkan ke pengasuh pondok dan waka kesiswaan. Dari hasil rekap tersebut dilanjutkan laporannya ke wali kelas dan disampaikan ke orang tua wali setiap awal bulan. Catatan adalah bukti administrasi di dunia yang memudahkan dalam evaluasi dan tindak lanjut terbaik, namun catata raqib dan Atit lebih teliti serta detail terperinci kelak akan dipertanggungjawabkan santri di depan sang ilahi. Begitulah yang ditanamkan kepada para siswa untuk selalu muhasabah diri terkait ketaatan kepada Allah melalui ibadah yang dilakuka setiap hari.

Dengan demikian siswa bersemangat dalam melaknakan ketaatan dan menjauhkan diri dari kemaksiatan. Karena seorang mukmin sangatlah mengerti bahwa kedekatan dan keistiqamahan dirinya untuk selalu bersama Allah dan merasa diawasi Allah adalah satu-satunya kunci sukses serta bahagia dunia akhirat

3.     Berolahraga

Berolahraga adalah satu kebiasaan baik agar jiwa dan raga selalu sehat dan bugar. Jiwa dan raga yang kuat dan bugar akan menjadikan pribadi siswa lebih produktif dan banyak karya yang akan dihasilkan. Budaya berolahraga di SMA IT Baitul Muslim ada yang terjadwal dan mandiri oleh siswa. Olahraga yang terjadwal dan dilakukan bersama adalah senam pagi di hari jum’at, pelajaran PJOK, senam sebelum pembelajaran dimulai sebagai energezer dan hari Minggu oleh pengurus OSBA. Sedangkan secara mandiri setiap sore hari anak-anak selepas pulang sekolah langsung berolahraga sesuia dengan hobby dan kesenangan serta targetan yang diinginkan seperti main futshal, bola volly, jogging, bermain basket, bola tenis dll.

Kegiatan berolahraga di SMA IT Baitul Muslim selain untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Orahraga juga menjadi  dijadikan sebagai panggung prestasi untuk siswa. Alhamdulillla bulan ini kelompok futsal juara 1 tingkat provinsi lampung yang diselenggaran oleh UNILA dan juara 1 tingkat kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan olahraga yang lain adalah bela diri merupakan salah satu olahraga yang banyak diminati oleh siswa. Bela diri yang ada di sekolah adalah karate, taekwondo, pencak silat, dan tapak suci. Olagraga ini memiliki banyak manfaat bagi perkembangan siswa, baik secara fisik maupun mental.

Latihan bela diri tidak hanya melibatkan gerakan tubuh yang dinamis, tetapi juga melatih kekuatan,

kelenturan, keseimbangan, dan ketahanan tubuh. Dengan rutin berlatih, tubuh menjadi lebih sehat dan bugar sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

Selain sebagai sarana olahraga dan latihan fisik, capaian dibela diri di sekolah juga banyak mendapatkan prestasi baik tingkat provinsi maupun Nasional. Capaian bulan ini 10 anak mendapatkan medali emas dan perak yang diselenggaran oleh dinas pendidikan provinsi lampung.

Alhamdulillah kegiatan olahraga secara umum sudah menjadi habbit dan kebiasaan yang dijalankan dengan baik oleh seluruh santri di SMA IT Baitul Muslim. Kegiatan yang tidak hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tapi bagi banyak anak diyakini sebagai gaya hidup yang sangat bermanfaat untuk kedepannya.

4.     Makan sehat dan bergizi

Makan sehat dan bergizi merupakan salah satu hal yang benar-benar diperhatikan oleh sekolah agar siswa tercukupi kebutan gizi dan dapat tumbuh kembang sesuai tahap pertumbuhannya. Hali ini karena makan sehat dan bergizi merupakan kebutuhan penting bagi setiap siswa, karena masa remaja adalah periode pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan fisik dan kecerdasan. Asupan makanan yang tepat memberikan energi untuk belajar, bergerak, dan mengikuti berbagai aktivitas sekolah setiap hari. Ketika siswa mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, protein, dan karbohidrat yang seimbang. Tubuh anak akan lebih kuat, tidak mudah lelah, serta memiliki kekebalan dan daya tahan terhadap penyakit.

Siswa makan 3 kali di pondok dengan menu yang telah dijadwal dan terprogram dengan memperhatikan kebutuhan gizi siswa. Siswa mengambil dengan antri setiap jam makan di aula makan pondok. Nasi dan sayu mengambil sendiri namun lauk diambilkan oleh penjaga agar semua dapat kebagian dan merata.  Untuk siswa yang memiliki alergi ataupun sedang dalam terapi dokter akan diberikan menu yangg berbeda dengan yang lain.

Selain dari pondok, siswa di hari Senin -  Jum’at makan siang mendapatkan MGB dari SPPG dapur Labuhan Rratu 1 Way Jepara. Dari hasil diskusi dan komunikasi dengan ahli gizi dapur. Makan bergizi sangat berpengaruh bagi kesehatan fisik, makanan bergizi juga berpengaruh besar terhadap kemampuan berpikir dan konsentrasi. Otak membutuhkan nutrisi yang cukup agar dapat bekerja optimal. Siswa yang terbiasa sarapan dan makan makanan sehat umumnya lebih fokus, cepat memahami pelajaran, dan memiliki prestasi belajar yang lebih baik. Sebaliknya, kebiasaan jajan sembarangan yang tinggi gula, garam, dan lemak dapat membuat tubuh cepat lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan menimbulkan berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.

Siswa tingakat SMA terkhusus di SMA IT Baitul Muslim memiliki aktivitas dan rutinitas luar biasa. Hal ini sangat perlu untuk mendapatkan asupan makan sehat dan cukup untuk membantu kebutuhan kalori, protein dan gizinya. Dengan sekolah mengatur pola makan dan memilih bahan makanan yang bermanfaat, akan berdampak pada siswa yang sehat dan bugar serta memeliki imun tubuh yang baik. Kebiasaan  makan sehat dan bergizi diharapkan akan terus terbawa hingga dewasa, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih kuat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

Sekolah juga terus memberikan edukasi kepada siswa untuk selalu memperhatikan apa yang mereka konsumsi setiap hari. Mengingat makanan dan minuman siap saji lebih diminati oleh Gen Z hari ini. Siswa harus memahami kebutuhan gizi bukan hanya sekadar makan hingga kenyang, tetapi memastikan tubuh dan otak mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita dengan maksimal.

Untuk menyukseskan program makan sehat dan bergizi, sekolah mengadakan perjanjian dengan pihak kantin sekolah untuk tidak menjual rokok, soft drink, ciki-ciki, minuman bersoda, frozen-frozen dan seluruh makan pengawet serta mengandung pemanis buatan.

5.     Gemar belajar

Gemar belajar merupakan kunci utama bagi siswa untuk membuka pintu masa depan yang lebih cerah. Dengan siswa yang memiliki kegemaran dalam belajar, siswa tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan memecahkan masalah.

 Kegemaran belajar perlu dibuatkan program agar siswa memiliki kebiasaan untuk belajar dengan kesadaran dan memahami tujuan dari yang dilakukan. Guru dengan pendekatan pembelajaran yang baik mengelola kelas untuk menjadikan siswa sebagai sosok pembelajar.Penerapan student center, tutor teman sebaya dan belajar kelompok merupakan upaya di SMA IT Baitul Mulim untuk menjadikan siswa gemar belajar.

Dalam mewujudkan pribadi pembelajar, upaya yang dilakukan sekolah melalui wali kelas dan wali kamar adalah menciptakan suasana belajar di lingkungan asrama, masjid, perpustakaa, taman sekolah dan di seluruh tempat yang ada di sekolah. Siswa belajar dengan membaca buku teks maupun non teks di tempat-tempat yang dirasakan nyaman. Baik secara sendiri maupun bersama dengan rekan dan kakak kelasnya.

Selain kegiatan yang dilaksanakan di atas, ada upaya sekolah untuk memaksimalkan potensi anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa (CIBI) yang ada di sekolah. Beberapa siswa tersebut diberikan waktu lebih untuk belajar lebih fokus pada materi ajar tertentu sesuai yang dikuasai dan diminati.

Dengan kegemaran belajar pada satu mapel terkhusus Olimpiada tahun ini siswa kami bisa tebus OSN dan OMI tingkat nasional.

Kegemaran belajar yang dilakukan oleh siswa juga sangat berdampak pada serapan lulusan ke PTN dan kampus impian. Alhamdulillah di tahun 2025 dari 112 siswa lebih dari 80% masuk PTN tebaik dan bahkan luar negri dan juga lulus TNI serta kedinasan. Siswa masuk PTN dan PTKIN melalui jalur SNBP (jalur seleksi raport), SNBT, dan jalur mandiri.

Kegemaran membaca Al Qur’an di sekolah dikuatkan lagi dengan menghafal Al Qur’an. Alhamdulillah siswa lulusan 2025 sejumlah 112 siswa sejumlah 40 anak menyelesaikan hafalan 30 Juz.

Karakter yang gemar membaca diharapkan juga membantu membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab, karena keberhasilan dalam belajar sangat dipengaruhi oleh ketekunan dan usaha yang dilakukan secara konsisten. Tak hanya itu, belajar turut memperluas wawasan tentang dunia, sehingga siswa bisa lebih memahami lingkungan dan perkembangan zaman yang terus berubah. Ketika siswa terbiasa belajar, mereka akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Sikap seperti ini akan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter.

6.       Bermasyarakat

Siswa harus belajar bermasyarakat karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, siswa SMA IT Baitul Muslim selalu berinteraksi dengan orang lain, terkhusus di lingkungan sekolah dan pondok pesantren. Kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan saling membantu sangat penting agar mereka dapat diterima dan berperan dalam lingkungan sosialnya.

Untuk keterlibatan dalam kegiatan masyarakat, siswa melakukan program kerja bakti di lingkungan sekolah, bakti sosial, santunan anak yatim, bersih-bersih masjid dan lingkungan masyarakat, tabligh akbar yang mengundang masyarakan sekitar dan program KEMAS (kegiatan masyarakat) di bulan Ramadhan. Dalam kegiatan KEMAS siswa kelas xi diterjunkan langsung ke masyarakat selama 1 pekan untuk tinggal di rumah warga dan melebur bersama kegiatan masyarakat yang ada.

Kegiatan bersama dengan masyarakat diyakini akan membuat siswa belajar memahami nilai-nilai kehidupan, seperti kepedulian, solidaritas, dan gotong-royong. Mereka akan menyadari bahwa kebahagiaan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga tercipta ketika memberi manfaat bagi orang lain. Kegiatan bermasyarakat melatih siswa untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan permasalahan sosial yang ada di sekitar mereka, sehingga tumbuh rasa tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam penyelesaiannya.

 

 

Di samping itu, pengalaman bersosialisasi memperkaya wawasan siswa tentang keragaman budaya, adat, dan karakter manusia. Hal ini membantu mereka menjadi pribadi yang lebih toleran dan menghargai perbedaan, yang merupakan bekal penting dalam menghadapi kehidupan di era global saat ini. Dengan memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat, siswa juga dapat mengembangkan jaringan sosial yang bermanfaat untuk masa depan.

Dengan demikian, bermasyarakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga proses pembelajaran yang sangat berharga bagi siswa. Melalui interaksi di lingkungan sosial, mereka belajar menjadi pribadi yang peduli, beretika, dan siap berperan dalam membangun lingkungan yang lebih baik. Siswa yang terbiasa bermasyarakat akan tumbuh sebagai generasi yang matang, mandiri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

7.       Tidur cepat

Tidur tepat waktu merupakan kebiasaan yang sangat penting bagi santri di SMA IT Baitul Muslim untuk menjaga kesehatan tubuh dan kesiapan belajar setiap hari. Mengingat kegiaatan harian yang sangat padat dan akan dibangunkan lebih awal. Dengan tidur cepat, tubuh dan otak beristirahat serta memulihkan energi yang telah digunakan sepanjang aktivitas di sekolah. Jika siswa tidur lebih awal, mereka akan mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga bangun dalam keadaan segar, fokus, dan siap mengikuti pelajaran.

Untuk mengawal suksesnya kebiasaan tidur cepat pada siswa pondok melalui wali  kamar melakukan pendampingan terjadwal sebelum santri tidur. Jadwal pendampingan adalah dengan melakukan refleksi sebelum tidur bersama di dalam kamar anak-anak. Di dalam kegiatan refleksi siswa akan di ajak untuk muhasabah diri terkait rangkaian kegiatan sehari dan diminta untuk saling memaafkan serta mendoakan kawan-kawan seperjuangan. Akhir dari kegiatan refleksi adalah meminta seluruh santri untuk menghentikan aktiviasnya untuk segera tidur pada pukul 21.30.

Pada pukul 21.30 seluruh lampu dimatikan kecuali teras dan kamar mandi dan kamar dipastikan terkunci dengan baik. Seluruh santri tidak diperbolehkan tidur dilantai dengan alasan menjaga kesehatan dan agar tidak masuk angin. Seluruh santri wajib tidur di ranjang masing-masing dan tidak diperbolehkan tidur berdua dalam satu kasur/satu selimut.

Dengan tidur lebih cepat dan akan dibangunkan lebih awal diyakini akan berpengaruh besar pada perkembangan otak pada seluruh santri dan santriwati yang ada. Otak akan lebih istirahat dengan cukup dan sempurna saat tidur. Siswa akan cukup menyediakan energi untuk esok hari menjalankan aktivitas di sekolah dan di pontok

Siswa yang tidur cepat juga akan terbantu dalam menjaga kesehatan fisik. Ketika tidur, sistem imun bekerja lebih optimal untuk melindungi tubuh dari penyakit. Berbanding terbalik dengan siswa yang sering begadang, daya tahan tubuh akan menurun sehingga siswa lebih mudah sakit dan esok harinya akan terlihat lesu dan tidak semangan mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Bahkan saat dibangunkan untuk tahajud dan shalat malam akan sangat sulit sekali dibangunkan yang akhirnya terlewatkan qiyamullail.

Tidur cepat bagi siswa bukan hanya soal istirahat, tetapi juga bagian penting dari usaha siswa untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan belajar, dan mempersiapkan diri meraih masa depan yang lebih baik. Dengan tidur yang cukup, siswa akan bangun lebih bersemangat, ceria, dan siap menjadi pribadi yang produktif baik di sekolah serta di kegiatan pondok terkhusus dalam melaksanaakan kewajibannya sebagai hamba Allah swt

PENUTUP

 

Perjalanan kolaborasi antara sekolah, pondok pesantren, dan orang tua dalam menyukseskan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di SMA IT Baitul Muslim Labuhan Ratu adalah sebuah cerita tentang harapan yang dirawat bersama. Setiap langkah kecil yang dilakukan—mulai dari bimbingan para guru, pendampingan para ustadz dan ustadzah di pondok, hingga keikhlasan orang tua dalam dukungan serta ketulusan doa dari rumah telah menyatu menjadi kekuatan besar dalam membentuk karakter siswa.

Program ini bukan sekadar rutinitas pembiasaan, melainkan proses panjang menanam nilai dalam diri generasi muda untuk menjadi sebuah habbit dan kebiasaan hidupnya. Proses penanaman nilai oleh para guru adalah kerja hati, kerja bersama, dan kerja peradaban. Siswa dibimbing dan diajarkan tidak lagi hanya belajar untuk memahami pelajaran, tetapi juga untuk memahami kehidupan; tidak hanya berhasil di kelas, tetapi juga mampu berbuat kebaikan dari saat ini hingga kelak di tengah masyarakat.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika tiga pilar pendidikan berjalan seirama, maka lahirlah anak-anak yang memiliki iman yang kuat, akhlak yang indah, kecerdasan yang bersinar, serta kepemimpinan yang matang. Mereka tumbuh dengan rasa percaya diri, keberanian mencoba, serta kebiasaan-kebiasaan positif yang akan menjadi bekal perjalanan mereka ke depan.

Semoga ikhtiar ini terus mengalir menjadi mata air kebaikan yang tak pernah kering. Karena di balik setiap anak hebat, selalu ada para pendidik dan orang tua yang bergandengan tangan, membangun masa depan dengn kasih sayang dan doa yang tidak pernah padam. Bersama, kita terus menyukseskan dengan bimbingan dan keikhlasan mengkarakterkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk menyongsong generasi emah 2024. Generasi yang kuat dalam iman dan ketaqwaan, cerdas dengan adab kesopanan, berkarakter pemimpin yang amanah, elok jiwa raganya dengan nilai pancasila dan bineka tunggal ika, serta menghadirkan generasi yang siap menjadi cahaya bagi bangsa dan umat. Aamiin ya robbal ‘alamiin

 









 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memberikan Materi Seminar Pemuda Remaja Masjid

Liburan tempat simbok