7 kebiasaaan anak indonesia hebat di SMA IT Baitul Muslim Labuhan Ratu Lampung Timur
Judul Cerita Praktik Baik
Kolaborasi sekolah, pondok pesantren dan orang tua dalam
sukseskan
program 7 kebiasaaan anak indonesia hebat di SMA IT
Baitul Muslim
Labuhan Ratu Lampung Timur
Di susun oleh :
MUSLIMIN, M.Pd.I., Gr
Kepala SMAS IT Baitul Muslim Labuhan Ratu
SMAS IT BAITUL MUSLIM LABUHAN RATU
LAMPUNG TIMUR
TERAS (LEAD)
Sekolah yang berdiri sejak 2011
dengan sistem fullday dan boarding school saat ini berubah menjadi sekolah
dengan satu sistem boarding school sejak tahun 2020.
Sejak diterbitkan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk tujuan memperkuat komitmen dalam membangun generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. SMA IT Baitul Muslim langsung menyambut kegiatan tersebut dengan baik. Hal ini karena KAIH memang sudah menjadi kebiasaan dan kultur di sekolah. Sekolah tinggal menyempurkan dan lebih memaksimalkan agar mendapatkan hasil lulusan yang sempurna dan berdayaguna untuk meraih masa depan yang diimpikan.
Di SMA IT Baitul Muslim Labuhan Ratu, keberhasilan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat lahir dari kekuatan kebersamaan dan kemitraan yang berjalan dengan baik. Sekolah, pondok pesantren, dan
orang tua berkomitmen berjalan seirama dalam satu tujuan : menemani setiap anak tumbuh menjadi pribadi
berkarakter, berprestasi, dan berjiwa pemimpin. Di lingkungan boarding school
ini, nilai-nilai keimanan dan
ketaqwaan tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan dalam keseharian.
7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia (KAIH) kami yakini akan bisa berjalan dengan
baik saat kolaborasi antara orang tua, pondok dan sekolah berjalan dengan baik.
Kebiasaan tersebut tidak hanya menjadi budaya saat menjadi siswa atau santri
saat SMA, tapi akan menjadi kebiasaan dan budaya dirinya saat nanti lulus,
kuliah, bermasyarakat, berkeluarga sampai akhir menutup usia.
Maka
untuk mempercepat dan budaya tersebut, unsur dari anak juga dilibatkan dalam
pembiasaat KAIH tersebut. Baik dengan dimasukkan dalam program OSIS, MPS dan
OSBA yang merupakan organisasi intra di SMA IT Baitul Muslim dan pondok
pesantren. Bersama dengan setiap support dan doa doa orang tua, setiap
bimbingan ustadz/dzah serta setiap
usaha siswa menyatu menjadi perjalanan mulia menuju masa depan yang gemilang.
ISI ARTIKEL
1. Bangun Pagi
Pukul 03.30 guru piket pondok mulai
berkeliling asrama untuk membukakan pintu santri satu demi satu dan langsung
menyalakan lampu. Beberapa anak langsung bangun dan berlahan ke belakang
mengambil air wudhu dan berangkat ke masjid. Namun masih cukup banyak anak-anak
yang masih terbuai dalam alam mimpi yang pasti enggan ditinggalkan karena
episode belum berakhir.
Bangun sepertiga malam adalah
kebiasaan baik yang terus menerus dikawal dan bimbing oleh seluruh ustadz dan
usadzah yang ada boarding. Wali kamarpun dengan sabar dan penuh perhatian
menepuk, memanggil dan menggoyangkan santri masih belum beranjak. Bangun pagi
bagi santri bukanlah sekedar bangun untuk memulai aktivitas harian, namun
bangun pagi di sepertiga malama adalah eksistensi pribadinya karena kebutuhan
pada RabNya.
Beberapa wali kamar dengan segala
trik dan inovasi berusahan untuk membangunkan santri dengan prinsip kasih
sayang. Meminta rekaman ibu yang kemudian di puter ditelinga anak-anak adalah
salah satu keunikan saat membangunkan santri.
Dan alhamdulillah seluruh santri saat adzan subuh
berkumandang hampir seluruhnya sudah berada di masjid dengan rapih menggunakan
seragam kekhasannya (bersarung dan berkopyah).
2. Beribadah
Bangun pagi bagi seluruh siswa di
SMA IT Baitul Muslim dilanjutkan dengan menghidupkan sepertiga malam dengan
ibadah tahajud, witir dan tilawah al qur’an. Ibadah tahajud biasanya dilakukan
secara sendiri namun di beberapa malam terjadwal berjamaah bersama dengan
ustadz/dzah di asrama. Kegiatan ibadah diharapkan menjadi sebuah kebutuhan bagi
diri siswa. Shalat lima waktu berjamaah, tahajud, dhuha, sunah rawatib,
tilawah, hafalan al qur’an, dzikir dan doa menjadi sebuah kegiatan yang
dilakukan oleh siswa baik saat terprogram untuk dilakukan bersama maupun
dilakukan secara mandiri.
Seluruh guru yang dibantu OSIS, MPS,
dan OSBA (Organisasi santri di pondok) serta melibatkan orang tua bersama-sama
berupaya selalu mendampingi dan memastikan kegiatan ibadah dapat dilaksnakan
dengan baik oleh seluruh siswa sisi.
Guru piket pondok setiap hari selalu
update data di WAG untuk menyampaikan siswa yang melaksanakan tahajud dan
shalat berjamaah. Dari data tersebut seluruh wali kamar menyampaikan ke orang
tua wali melalui group-group kamar sebagai laporan dan meminta orang tua
memberikan penguatan atau apresia saat jadwal penelponan hari Sabtu-Ahad serta
saat jadwal kunjungan pondok yang terjadwal 1 bulan sekali.
Siswa yang diberikan tugas di
kedisiplinan OSIS, MPS dan OSBA juga selalu mencatan kegiatan ibadah di masjid
dengan rapih dan tertib yang akan direkap setiap bulan untuk dilaporkan ke
pengasuh pondok dan waka kesiswaan. Dari hasil rekap tersebut dilanjutkan
laporannya ke wali kelas dan disampaikan ke orang tua wali setiap awal bulan.
Catatan adalah bukti administrasi di dunia yang memudahkan dalam evaluasi dan
tindak lanjut terbaik, namun catata raqib dan Atit lebih teliti serta detail
terperinci kelak akan dipertanggungjawabkan santri di depan sang ilahi.
Begitulah yang ditanamkan kepada para siswa untuk selalu muhasabah diri terkait
ketaatan kepada Allah melalui ibadah yang dilakuka setiap hari.
Dengan demikian siswa bersemangat
dalam melaknakan ketaatan dan menjauhkan diri dari kemaksiatan. Karena seorang
mukmin sangatlah mengerti bahwa kedekatan dan keistiqamahan dirinya untuk
selalu bersama Allah dan merasa diawasi Allah adalah satu-satunya kunci sukses
serta bahagia dunia akhirat
3. Berolahraga
Berolahraga adalah satu kebiasaan
baik agar jiwa dan raga selalu sehat dan bugar. Jiwa dan raga yang kuat dan
bugar akan menjadikan pribadi siswa lebih produktif dan banyak karya yang akan
dihasilkan. Budaya berolahraga di SMA IT Baitul Muslim ada yang terjadwal dan
mandiri oleh siswa. Olahraga yang terjadwal dan dilakukan bersama adalah senam
pagi di hari jum’at, pelajaran PJOK, senam sebelum pembelajaran dimulai sebagai
energezer dan hari Minggu oleh pengurus OSBA. Sedangkan secara mandiri setiap
sore hari anak-anak selepas pulang sekolah langsung berolahraga sesuia dengan
hobby dan kesenangan serta targetan yang diinginkan seperti main futshal, bola
volly, jogging, bermain basket, bola tenis dll.
Kegiatan berolahraga di SMA IT
Baitul Muslim selain untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Orahraga juga
menjadi dijadikan sebagai panggung
prestasi untuk siswa. Alhamdulillla bulan ini kelompok futsal juara 1 tingkat
provinsi lampung yang diselenggaran oleh UNILA dan juara 1 tingkat kabupaten
Lampung Timur.
Kegiatan olahraga yang lain adalah bela
diri merupakan salah satu olahraga yang banyak diminati oleh siswa. Bela diri yang ada di sekolah adalah karate,
taekwondo, pencak silat, dan tapak suci. Olagraga ini memiliki banyak
manfaat bagi perkembangan siswa,
baik secara fisik maupun mental.
Latihan bela diri tidak
hanya melibatkan gerakan tubuh yang dinamis, tetapi juga melatih kekuatan,
kelenturan, keseimbangan, dan ketahanan
tubuh. Dengan rutin berlatih, tubuh menjadi lebih sehat dan bugar sehingga
terhindar dari berbagai penyakit.
Selain sebagai sarana olahraga dan latihan fisik,
capaian dibela diri di sekolah juga banyak mendapatkan prestasi baik tingkat
provinsi maupun Nasional. Capaian bulan ini 10 anak mendapatkan medali emas dan
perak yang diselenggaran oleh dinas pendidikan provinsi lampung.
Alhamdulillah kegiatan olahraga secara umum sudah
menjadi habbit dan kebiasaan yang dijalankan dengan baik oleh seluruh santri di
SMA IT Baitul Muslim. Kegiatan yang tidak hanya untuk menjaga kesehatan dan
kebugaran tapi bagi banyak anak diyakini sebagai gaya hidup yang sangat
bermanfaat untuk kedepannya.
4. Makan sehat dan bergizi
Makan sehat dan bergizi merupakan
salah satu hal yang benar-benar diperhatikan oleh sekolah agar siswa tercukupi
kebutan gizi dan dapat tumbuh kembang sesuai tahap pertumbuhannya. Hali ini
karena makan sehat dan bergizi merupakan kebutuhan penting bagi setiap
siswa, karena masa remaja adalah periode pertumbuhan yang sangat menentukan
perkembangan fisik dan kecerdasan. Asupan makanan yang tepat memberikan energi
untuk belajar, bergerak, dan mengikuti berbagai aktivitas sekolah setiap hari.
Ketika siswa mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, protein, dan
karbohidrat yang seimbang. Tubuh
anak akan lebih kuat, tidak
mudah lelah, serta memiliki kekebalan
dan daya tahan terhadap penyakit.
Siswa makan 3 kali di pondok dengan menu yang
telah dijadwal dan terprogram dengan memperhatikan kebutuhan gizi siswa. Siswa
mengambil dengan antri setiap jam makan di aula makan pondok. Nasi dan sayu
mengambil sendiri namun lauk diambilkan oleh penjaga agar semua dapat kebagian
dan merata. Untuk siswa yang memiliki
alergi ataupun sedang dalam terapi dokter akan diberikan menu yangg berbeda
dengan yang lain.
Selain dari pondok, siswa di hari Senin - Jum’at makan siang mendapatkan MGB dari SPPG
dapur Labuhan Rratu 1 Way Jepara. Dari hasil diskusi dan komunikasi dengan ahli
gizi dapur. Makan bergizi sangat berpengaruh bagi kesehatan fisik,
makanan bergizi juga berpengaruh besar terhadap kemampuan berpikir dan
konsentrasi. Otak membutuhkan nutrisi yang cukup agar dapat bekerja optimal.
Siswa yang terbiasa sarapan dan makan makanan sehat umumnya lebih fokus, cepat
memahami pelajaran, dan memiliki prestasi belajar yang lebih baik. Sebaliknya,
kebiasaan jajan sembarangan yang tinggi gula, garam, dan lemak dapat membuat
tubuh cepat lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan menimbulkan berbagai masalah
kesehatan di kemudian hari.
Siswa tingakat SMA terkhusus di SMA IT Baitul
Muslim memiliki aktivitas dan rutinitas luar biasa. Hal ini sangat perlu untuk
mendapatkan asupan makan sehat dan cukup untuk membantu kebutuhan kalori, protein dan gizinya. Dengan sekolah mengatur pola makan dan memilih
bahan makanan yang bermanfaat, akan
berdampak pada siswa yang sehat dan bugar serta memeliki imun tubuh yang baik. Kebiasaan
makan sehat dan bergizi diharapkan akan
terus terbawa hingga dewasa, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang
lebih kuat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
Sekolah juga terus memberikan edukasi kepada siswa
untuk selalu memperhatikan apa yang mereka konsumsi setiap hari. Mengingat makanan dan minuman siap saji lebih
diminati oleh Gen Z hari ini. Siswa harus memahami kebutuhan gizi bukan
hanya sekadar makan hingga kenyang, tetapi memastikan tubuh dan otak
mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita
dengan maksimal.
Untuk menyukseskan program makan sehat dan
bergizi, sekolah mengadakan perjanjian dengan pihak kantin sekolah untuk tidak
menjual rokok, soft drink, ciki-ciki, minuman bersoda, frozen-frozen dan
seluruh makan pengawet serta mengandung pemanis buatan.
5. Gemar belajar
Gemar belajar
merupakan kunci utama bagi siswa untuk membuka pintu masa depan yang lebih
cerah. Dengan siswa yang memiliki kegemaran dalam belajar,
siswa tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kemampuan
berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan memecahkan masalah.
Kegemaran belajar perlu dibuatkan program agar siswa memiliki kebiasaan untuk belajar dengan kesadaran dan memahami tujuan dari yang dilakukan. Guru dengan pendekatan pembelajaran yang baik mengelola kelas untuk menjadikan siswa sebagai sosok pembelajar.Penerapan student center, tutor teman sebaya dan belajar kelompok merupakan upaya di SMA IT Baitul Mulim untuk menjadikan siswa gemar belajar.
Dalam
mewujudkan pribadi pembelajar, upaya yang dilakukan sekolah melalui wali kelas
dan wali kamar adalah menciptakan suasana belajar di lingkungan asrama, masjid,
perpustakaa, taman sekolah dan di seluruh tempat yang ada di sekolah. Siswa
belajar dengan membaca buku teks maupun non teks di tempat-tempat yang
dirasakan nyaman. Baik secara sendiri maupun bersama dengan rekan dan kakak
kelasnya.
Selain kegiatan yang dilaksanakan di atas, ada upaya sekolah
untuk memaksimalkan potensi anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa (CIBI)
yang ada di sekolah. Beberapa siswa tersebut diberikan waktu lebih untuk
belajar lebih fokus pada materi ajar tertentu sesuai yang dikuasai dan
diminati.
Dengan kegemaran belajar pada satu mapel terkhusus
Olimpiada tahun ini siswa kami bisa tebus OSN dan OMI tingkat nasional.
Kegemaran belajar yang dilakukan oleh siswa juga sangat berdampak pada serapan lulusan ke PTN dan kampus impian. Alhamdulillah di tahun 2025 dari 112 siswa lebih dari 80% masuk PTN tebaik dan bahkan luar negri dan juga lulus TNI serta kedinasan. Siswa masuk PTN dan PTKIN melalui jalur SNBP (jalur seleksi raport), SNBT, dan jalur mandiri.
Kegemaran membaca Al Qur’an di sekolah dikuatkan lagi dengan menghafal Al Qur’an. Alhamdulillah siswa lulusan 2025 sejumlah 112 siswa sejumlah 40 anak menyelesaikan hafalan 30 Juz.
Karakter yang
gemar membaca diharapkan juga membantu membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab,
karena keberhasilan dalam belajar sangat dipengaruhi oleh ketekunan dan usaha
yang dilakukan secara konsisten. Tak hanya itu, belajar turut
memperluas wawasan tentang dunia, sehingga siswa bisa lebih memahami lingkungan
dan perkembangan zaman yang terus berubah. Ketika siswa terbiasa belajar,
mereka akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak mudah menyerah saat
menghadapi kesulitan. Sikap seperti ini akan membuat mereka tumbuh menjadi
pribadi yang mandiri dan berkarakter.
6. Bermasyarakat
Siswa harus
belajar bermasyarakat karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat
hidup sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, siswa SMA IT Baitul
Muslim selalu
berinteraksi dengan orang lain, terkhusus di lingkungan
sekolah dan pondok pesantren. Kemampuan untuk berkomunikasi,
bekerja sama, dan saling membantu sangat penting agar mereka dapat diterima dan
berperan dalam lingkungan sosialnya.
Untuk keterlibatan
dalam kegiatan masyarakat, siswa melakukan program kerja bakti di
lingkungan sekolah, bakti sosial, santunan anak yatim, bersih-bersih masjid dan
lingkungan masyarakat, tabligh akbar yang mengundang masyarakan sekitar dan
program KEMAS (kegiatan masyarakat) di bulan Ramadhan. Dalam kegiatan KEMAS
siswa kelas xi diterjunkan langsung ke masyarakat selama 1 pekan untuk tinggal
di rumah warga dan melebur bersama kegiatan masyarakat yang ada.
Kegiatan
bersama dengan masyarakat diyakini akan membuat siswa belajar
memahami nilai-nilai kehidupan, seperti kepedulian, solidaritas, dan
gotong-royong. Mereka akan menyadari bahwa kebahagiaan bukan hanya untuk diri
sendiri, tetapi juga tercipta ketika memberi manfaat bagi orang lain. Kegiatan
bermasyarakat melatih siswa untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan
permasalahan sosial yang ada di sekitar mereka, sehingga tumbuh rasa tanggung
jawab untuk ikut berkontribusi dalam penyelesaiannya.
Di samping
itu, pengalaman bersosialisasi memperkaya wawasan siswa tentang keragaman
budaya, adat, dan karakter manusia. Hal ini membantu mereka menjadi pribadi
yang lebih toleran dan menghargai perbedaan, yang merupakan bekal penting dalam
menghadapi kehidupan di era global saat ini. Dengan memiliki hubungan yang baik
dengan masyarakat, siswa juga dapat mengembangkan jaringan sosial yang
bermanfaat untuk masa depan.
Dengan demikian, bermasyarakat bukan
hanya kewajiban, tetapi juga proses pembelajaran yang sangat berharga bagi
siswa. Melalui interaksi di lingkungan sosial, mereka belajar menjadi pribadi
yang peduli, beretika, dan siap berperan dalam membangun lingkungan yang lebih
baik. Siswa yang terbiasa bermasyarakat akan tumbuh sebagai generasi yang
matang, mandiri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
7. Tidur cepat
Tidur tepat
waktu merupakan kebiasaan yang sangat penting bagi santri di SMA IT
Baitul Muslim untuk menjaga kesehatan tubuh dan kesiapan belajar setiap hari. Mengingat
kegiaatan harian yang sangat padat dan akan dibangunkan lebih awal. Dengan
tidur cepat, tubuh dan otak beristirahat serta memulihkan energi yang telah
digunakan sepanjang aktivitas di sekolah. Jika siswa tidur lebih awal, mereka
akan mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga bangun dalam keadaan
segar, fokus, dan siap mengikuti pelajaran.
Untuk mengawal
suksesnya kebiasaan tidur cepat pada siswa pondok melalui wali kamar melakukan pendampingan terjadwal
sebelum santri tidur. Jadwal pendampingan adalah dengan melakukan refleksi
sebelum tidur bersama di dalam kamar anak-anak. Di dalam kegiatan refleksi
siswa akan di ajak untuk muhasabah diri terkait rangkaian kegiatan sehari dan
diminta untuk saling memaafkan serta mendoakan kawan-kawan seperjuangan. Akhir
dari kegiatan refleksi adalah meminta seluruh santri untuk menghentikan
aktiviasnya untuk segera tidur pada pukul 21.30.
Pada pukul
21.30 seluruh lampu dimatikan kecuali teras dan kamar mandi dan kamar
dipastikan terkunci dengan baik. Seluruh santri tidak diperbolehkan tidur
dilantai dengan alasan menjaga kesehatan dan agar tidak masuk angin. Seluruh
santri wajib tidur di ranjang masing-masing dan tidak diperbolehkan tidur
berdua dalam satu kasur/satu selimut.
Dengan tidur
lebih cepat dan akan dibangunkan lebih awal diyakini akan berpengaruh
besar pada perkembangan otak pada seluruh santri dan santriwati
yang ada. Otak akan lebih
istirahat dengan cukup dan sempurna saat tidur. Siswa akan cukup menyediakan
energi untuk esok hari menjalankan aktivitas di sekolah dan di pontok
Siswa yang tidur cepat juga akan terbantu dalam menjaga
kesehatan fisik. Ketika tidur, sistem imun bekerja lebih optimal untuk
melindungi tubuh dari penyakit. Berbanding terbalik dengan siswa yang sering
begadang, daya tahan tubuh akan menurun sehingga siswa lebih mudah sakit dan esok harinya
akan terlihat lesu dan tidak semangan mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.
Bahkan saat dibangunkan untuk tahajud dan shalat malam akan sangat sulit sekali
dibangunkan yang akhirnya terlewatkan qiyamullail.
Tidur cepat bagi siswa bukan hanya
soal istirahat, tetapi juga bagian penting dari usaha siswa untuk menjaga
kesehatan, meningkatkan kemampuan belajar, dan mempersiapkan diri meraih masa
depan yang lebih baik. Dengan tidur yang cukup, siswa akan bangun lebih
bersemangat, ceria, dan siap menjadi pribadi yang produktif baik di
sekolah serta di kegiatan pondok terkhusus dalam melaksanaakan kewajibannya
sebagai hamba Allah swt
PENUTUP
Perjalanan kolaborasi antara sekolah, pondok pesantren,
dan orang tua dalam menyukseskan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
di SMA IT Baitul Muslim Labuhan Ratu adalah sebuah cerita tentang harapan yang
dirawat bersama. Setiap langkah kecil yang dilakukan—mulai dari bimbingan para
guru, pendampingan para ustadz dan ustadzah di pondok, hingga
keikhlasan orang tua dalam dukungan serta ketulusan doa dari rumah telah
menyatu menjadi kekuatan besar dalam membentuk karakter siswa.
Program ini bukan sekadar rutinitas pembiasaan,
melainkan proses panjang menanam nilai dalam diri generasi muda untuk menjadi
sebuah habbit dan kebiasaan hidupnya. Proses
penanaman nilai oleh para guru adalah kerja hati, kerja bersama, dan kerja peradaban.
Siswa dibimbing dan diajarkan tidak lagi hanya belajar untuk memahami pelajaran,
tetapi juga untuk memahami kehidupan; tidak hanya berhasil di kelas, tetapi
juga mampu berbuat kebaikan dari saat ini hingga kelak di tengah
masyarakat.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa
ketika tiga pilar pendidikan berjalan seirama, maka lahirlah anak-anak yang
memiliki iman yang kuat, akhlak yang indah, kecerdasan yang bersinar, serta
kepemimpinan yang matang. Mereka tumbuh dengan rasa percaya diri, keberanian
mencoba, serta kebiasaan-kebiasaan positif yang akan menjadi bekal perjalanan
mereka ke depan.
Semoga ikhtiar ini terus mengalir menjadi mata air
kebaikan yang tak pernah kering. Karena di balik setiap anak hebat, selalu ada
para pendidik dan orang tua yang bergandengan tangan, membangun masa depan
dengn kasih sayang dan doa yang tidak pernah padam. Bersama, kita terus menyukseskan
dengan bimbingan dan keikhlasan mengkarakterkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia
Hebat untuk menyongsong generasi emah 2024. Generasi yang kuat dalam iman dan
ketaqwaan, cerdas dengan adab kesopanan, berkarakter pemimpin yang amanah, elok
jiwa raganya dengan nilai pancasila dan bineka tunggal ika, serta
menghadirkan generasi yang siap menjadi cahaya bagi bangsa dan umat. Aamiin ya robbal ‘alamiin








Komentar
Posting Komentar